Pengalaman Kuliah Di Luar Negeri Dengan Beasiswa

Pengalaman Kuliah Di Luar Negeri Dengan Beasiswa – Apakah Anda bermimpi melanjutkan studi di Eropa? Jangan lewatkan Expo Indonesia 2018, pameran pendidikan tinggi Eropa yang paling ditunggu-tunggu di Indonesia. Daftarkan diri Anda segera menjadi peserta event besar tahun 2018 disini secara gratis.

Siapa yang ingat Erzawasyah Intan Farhana? Seorang perempuan asal Aceh yang pernah meraih beasiswa Erasmus+ untuk mencontoh sistem pendidikan tinggi Finlandia, kembali meraih beasiswa untuk kedua kalinya.

Pengalaman Kuliah Di Luar Negeri Dengan Beasiswa

Beasiswa ini ia gunakan untuk melanjutkan studinya di Victoria University of Wellington di Selandia Baru. Intan mendapatkan beasiswa LPDP pada tahun 2016, sekitar 5 bulan setelah lulus sarjana dari Universitas Siah Kuala Aceh.

Begini Cara Dapat Beasiswa Kuliah Di Luar Negeri

Jika kita baru pertama kali mengajukan beasiswa, mungkin kita akan kesulitan. Pasalnya, pengajuan beasiswa memerlukan ketelitian dan kedisiplinan, terutama dalam menyiapkan dokumen untuk memenuhi persyaratan administrasi. Namun, tidak demikian halnya dengan Intan.

Faktanya, ini bukan hanya tentang proses lamarannya. Ketika dia tiba di Selandia Baru, sebuah negara yang kebetulan baru mengalami sepsis, mudah baginya untuk melakukan berbagai hal dalam beradaptasi dengan lingkungan.

Dengan pengalaman, seseorang menjadi lebih dewasa dalam menghadapi permasalahannya. Intan menyaksikannya. Meski baru enam bulan tinggal di Finlandia, pengalaman itu sangat berarti baginya.

Intan Farhana berasal dari Aceh. Wanita kelahiran 22 Mei 1994 ini merupakan lulusan Universitas Siah Kuala jurusan Akuntansi dan Keuangan. Antan sudah lama bermimpi untuk kuliah di luar negeri. Hingga impian tersebut akhirnya terwujud pada tahun 2014.

Wooow Keren Banget…..dosen Fh Uad Raih Beasiswa Ke Luar Negeri

Sekitar setahun kemudian, awal tahun 2016, Antan berangkat ke Finlandia. Dia pergi ke sana untuk pertama kalinya. Baginya, tinggal di Negeri Seribu Danau merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Banyak hikmah yang bisa dipetik selama tinggal di sana, baik secara akademis, budaya, sosial, dan pribadi.

Perempuan penyintas gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 ini tinggal di Finlandia selama enam bulan.

Selama ini dia juga belajar di Universitas Turku. Ia memperoleh jurusan yang sama dengan studi sarjananya di Universitas Siah Kuala, Aceh. Beberapa pengalaman tak terlupakan yang ia dapatkan selama menjalani perkuliahan program magister, bimbingan dosen yang lemah lembut dan baik hati, serta tuntutan menjadi pribadi yang mandiri akhirnya belajar memasak bau.

Baca pengalaman lengkap Antan di Finlandia di sini: Saat Tsunami Membalikkan Daerah Aliran Sungai, Semangat Antan Farhana Wujudkan Impian

Kuliah Di Luar Negeri Atau Di Dalam Negeri

Singkat cerita, setelah enam bulan belajar di Finlandia, Intan kembali ke Aceh. Karena ia telah menyelesaikan semua mata kuliah dengan tesisnya, maka sekembalinya ke Aceh sebagai mahasiswa Universitas Saya Kuala, ia hanya tinggal melewati pengalaman tesisnya dan lulus. Setelah itu, impian melanjutkan studi S2 di luar negeri tak berhenti.

Berbekal pengalaman dan prestasinya, Antan mencoba mengajukan beasiswa untuk melanjutkan studi di sana. Hasilnya, beliau mendapatkan Beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi Magister di Victoria University of Wellington, Selandia Baru pada program Masters of Commerce (Akuntansi). Dia tidak mau melewatkan kesempatan ini. Pada Februari 2018, Antan kembali meninggalkan tanah air untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang dosen.

Dia saat ini menjalani hidupnya di Selandia Baru selama delapan bulan. Namun, ia tentu tidak bisa melupakan pengalaman enam bulannya menjalani kehidupan universitas di Finlandia.

Sebab tidak bisa dipungkiri, apa yang didapatnya saat ini terbilang buah manis dari keberhasilannya meraih Beasiswa Erasmus+ di University of Turku Finlandia.

Kisah Yola Mahasiswa Peraih Beasiswa S2 S3 Di Polandia, Pinter Banget!

Apa yang telah kita lakukan di masa lalu adalah apa yang mempersiapkan kita menghadapi masa kini dan masa depan.

Oleh karena itu, tak bisa dipungkiri, pengalaman Intan melamar beasiswa Erasmus+ beberapa tahun lalu membantunya mendaftar kembali beasiswa LPDP yang kini berhasil ia raih.

Sebelum mendapatkan beasiswa Erasmus+ pada tahun 2014, Intan sudah terlebih dahulu mengajukan beasiswa Erasmus+ pada tahun 2013. Namun, keberuntungan belum berpihak padanya saat itu. Tidak ada lalu lintas yang diumumkan. Intan tidak menyerah begitu saja. Ajukan permohonan beasiswa Erasmus+ lagi pada tahun berikutnya. Hasilnya positif.

Paling tidak, dia gagal mengajukan beasiswa. Hal ini secara tidak langsung memberinya kematangan mental yang menjadi sarana utama dalam mencapai tujuannya. Intan sendiri pun mengakui hal tersebut. Karena belajar dari pengalaman dua kali melamar beasiswa Erasmus+, Intan belajar menerima segala keputusan dan tidak tersesat dalam kegagalan.

Beasiswa Keguruan Internasional Eduversal (2022) Kembali Hadir Dengan Dua Tujuan Negara Baru

Persiapan mental seperti inilah yang kembali digunakan Intan saat mengajukan beasiswa pasca sarjana dan meraih gelar sarjana.

Saat itu, ia melamar beberapa program beasiswa. Selain LPDP, Intan juga mengajukan Beasiswa Unggulan dan Beasiswa Asia Selandia Baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, dia tidak memenuhi syarat untuk menerima beasiswa tersebut. Tak hanya mengatasi kegagalannya, Antan pun terus berupaya meraih beasiswa LPDP. Hasilnya memuaskan, dan ia berhasil mendapatkannya.

Saat mengajukan permohonan hibah Erasmus+, Intan menyadari sangat menegangkan dari segi prosedur yang harus dilalui. Bukan karena prosedurnya yang sulit, melainkan karena Antan baru pertama kali mengajukan beasiswa ke luar negeri. Dia tidak merencanakan dengan matang sebelumnya, jadi dia harus mengejar tenggat waktu.

Pengalaman dua kali melamar beasiswa Erasmus+ membuat Intan harus belajar banyak. Bahkan saat mengajukan beasiswa LPDP, Antan sudah menguasai prosesnya. Mereka tidak lagi “gagap” saat menyiapkan dokumen administrasi. Ia juga memahami cara menulis artikel dan surat motivasi yang baik. Dan kondisi itulah yang membuatnya berhasil meraih beasiswa LPDP saat ini.

Raih Beasiswa Sma & S1 Ke Luar Negeri Dengan Menulis Mimpi

Jumlah pendaftar beasiswa LPDP tentu tidak sedikit. Andai Antan saat itu tidak memiliki pengalaman pertukaran pelajar di Finlandia, belum tentu ia mampu meraih beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi masternya di Wellington, Selandia Baru. Apalagi, jalur yang diambil LDP merupakan jalur resmi. Penting untuk mengakui kesuksesan dan pencapaian selama ini.

Karena sehebat apapun kesuksesan yang kita miliki, akan sia-sia jika kita tidak bisa mengomunikasikannya dengan baik.

Yang masih penting adalah efisiensi. Jika kita bisa mengidentifikasi kemampuan kita, cara terbaik menggunakan kemampuan tersebut, dan komitmen kita untuk berkontribusi bagi Indonesia, maka hal ini tidak akan menjadi masalah.

Salah satu syarat untuk mengajukan beasiswa Magister adalah dengan melampirkan surat rekomendasi dari dosen pada institusi ketiga. Biasanya calon akan meminta surat rekomendasi dari dosen di kampusnya. Intan juga sama. Bedanya, ia mendapat surat rekomendasi dari dosen Universitas Turku Finlandia.

Kejar Kesempatan Mendapatkan Beasiswa Pendidikan Indonesia

Ketika studinya di Finlandia hampir selesai, Antan banyak berbincang dengan salah satu profesornya di Universitas Turku yang berasal dari George Washington University di Amerika. Antan menceritakan mimpinya mengejar gelar master. Profesor yang mengajar mata kuliah akuntansi internasional memberikan dukungan penuh dan bersedia memberikan surat rekomendasi untuk penerimaan.

Seperti disebutkan pada bagian sebelumnya, ketika Antan mengikuti pertukaran pelajar di Finlandia, ia mengambil kursus untuk program master. Dia melakukan ini untuk melihat seberapa baik dia dapat mengambil mata kuliah yang telah ditugaskan kepada siswa master.

Dia dapat menggunakan kesempatan untuk mendaftar di kursus master di Finlandia untuk menjalani gelar master yang sebenarnya. Meski perbedaan sistem pendidikan justru membuat proses universitas juga berbeda, Intan setidaknya punya prioritas lebih dalam hal ini.

Saat Antan mulai bereksperimen dengan sistem pendidikan tinggi di Finlandia, ia terkejut. Ada banyak perbedaan antara sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia. Menyadari hal tersebut, ia akhirnya mulai beradaptasi dengan sistem pendidikan saat ini. Oleh karena itu, ketika Anda memasuki studi pascasarjana di Selandia Baru, sistem pendidikannya berbeda dengan sistem pendidikan di dua negara sebelumnya.

Beasiswa Luar Negeri Bic

Misalnya ketika berada di Finlandia, ia harus meningkatkan inisiatifnya untuk belajar mandiri, karena sistem pendidikan Finlandia memiliki banyak model pembelajaran dan beberapa di antaranya membuat mahasiswa jarang bertemu langsung dengan dosen. Beberapa contoh pembelajaran yang terlibat adalah:

Sementara itu, setibanya di Selandia Baru, sistem pendidikan kampusnya juga berbeda dengan sistem pendidikan di Finlandia. Jika kursus di Finlandia hanya memakan waktu 90 menit, kursus di Selandia Baru bisa memakan waktu hingga 3 jam untuk jumlah SKS yang sama. Sesuatu yang sama sekali berbeda dan sulit bagi seseorang yang belum pernah beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda.

Pengalaman tinggal di Finlandia terbukti bermanfaat bagi Antan dalam kesehariannya di negara tempat ia tinggal sekarang. Apalagi saat pertama kali datang ke Tanah Air. Dari segi budaya, sosial dan pribadi.

Tentu saja ini menjadi salah satu keuntungan yang didapat kedua pasien tersebut setelah menjalani kehidupan di Finlandia. Perbedaan budaya yang ia temui, bahkan saat pertama kali merasakan kehidupan sebagai siswa pertukaran di Finlandia.

Kuliah Di Luar Negeri Atau Dalam Negeri? Mana Yang Lebih Baik?

Menjelajahi sinagoga, bertemu dengan orang asing yang jarang tersenyum, bahkan menghadapi kebiasaan minum minuman keras merupakan pengalaman tak terlupakan baginya. Namun berkat hal tersebut, ia pun belajar menjadi seorang ekstrovert. “

Jadi ini dia. Ketika kita sampai di sana, kita harus belajar bagaimana menghadapi orang-orang yang mempunyai aturan yang sangat berbeda dari kita.

Selain untuk membiasakan diri menghadapi perbedaan budaya, kesempatan kuliah di Finlandia juga membuka wawasan dan pengetahuan Antan terhadap budaya di sana. Hal ini sejalan dengan tujuan Erasmus yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa terpilih. Tidak hanya meningkatkan nilai dan gelar akademik, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk belajar tentang budaya negara lain, khususnya Eropa.

Dari sudut pandang budaya, dan dari sudut pandang alam, kita bisa mengetahui apa yang baik. Namun, ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Jadi, ini bukan hanya tentang kuliah;

Beasiswa Dari Luar Negeri Untuk Tenaga Pendidik

Ada cerita menarik jika kita menilik kembali pengalaman Antan sejak pertama kali pindah ke luar negeri untuk menuntut ilmu. Sebagai seorang pelajar

Beasiswa kuliah di luar negeri, pengalaman beasiswa luar negeri, pengalaman beasiswa s1 luar negeri, kuliah s1 di luar negeri dengan beasiswa, pengalaman beasiswa lpdp luar negeri, pengalaman beasiswa s2 luar negeri, cara kuliah di luar negeri dengan beasiswa, pengalaman mendapatkan beasiswa luar negeri, beasiswa kuliah luar negeri, pengalaman beasiswa lpdp s2 luar negeri, pengalaman kuliah di luar negeri, kuliah di luar negeri dengan beasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *