Ibu Hamil Muda Boleh Naik Pesawat – Kehamilan tidak menghalangi seorang ibu untuk melakukan banyak aktivitas. Mulai dari aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan, acara di rumah, liburan atau proyek
Tentu saja, beberapa aktivitas seringkali memerlukan perjalanan udara. Beberapa penerbangan bisa dilakukan sangat awal, tetapi apakah aman melakukan perjalanan dengan penerbangan yang memakan waktu lebih dari 8 jam saat hamil?
Ibu Hamil Muda Boleh Naik Pesawat
Perjalanan udara diperbolehkan selama kehamilan. Namun ingat, sebelum melakukan perjalanan udara, kesehatan calon ibu dan anak sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu.
Jangan Nekat Terbang Kalau Hamil Sudah 5 Bulan
Ibu hamil sebaiknya melakukan perjalanan melalui udara saat usia kehamilannya mencapai 24-26 minggu. Jika bidan tidak memberikan izin, dimungkinkan untuk melakukan perjalanan melalui udara pada awal kehamilan.
Faktanya, tidak ada waktu yang tepat untuk bepergian dengan pesawat. Semuanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak. Jadi jika paman ingin melakukan perjalanan dengan pesawat lebih dari 8 jam maka boleh saja.
Namun, sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Anjuran ini bertujuan untuk memastikan ibu tetap aman saat melakukan perjalanan lebih dari 8 jam. Pasalnya, sebagian ibu hamil kerap mengalami kram dan kaki bengkak saat penerbangan lebih dari 3-5 jam.
, Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat melakukan perjalanan udara pada trimester pertama adalah pembekuan darah yang 7 kali lebih tinggi terjadi pada ibu hamil, terutama pada penerbangan jarak jauh.
Hamil Muda Naik Pesawat, Berbahayakah? Ini Penjelasannya!
Untuk itu, ayah dan ibu bisa memilih tempat duduk yang dekat dengan pelaminan, sehingga ibu bisa berjalan dan menggerakkan kakinya sesering mungkin untuk mengurangi risikonya.
Selain itu, pada awal kehamilan, ibu hamil sering kali mengalami mual dan muntah. Untuk mengantisipasinya, ibu bisa menghindari makanan atau minuman yang banyak menimbulkan gas. Selain itu, Bunda juga sebaiknya membawa vitamin dan obat antimuntah.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), waktu terbaik untuk bepergian adalah pada trimester kedua kehamilan, yaitu 14-28 minggu.
Sudah cukup menyusut dan ibu masih bisa bergerak leluasa karena rahimnya tidak terlalu besar. Pasalnya, setelah 28 minggu, perut akan membesar dan ibu tidak bisa bergerak.
Inilah Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat Agar Perjalanan Nyaman
Harap diingat bahwa ibu perlu terhidrasi dengan baik selama perjalanan dan ibu serta ayah perlu mencari rumah sakit di dekat tempat tujuan Anda.
Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, Anda masih bisa melakukan perjalanan udara selama tidak berisiko mengalami komplikasi seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan plasenta previa. Kunjungan ini juga dapat dilakukan sebelum minggu ke-36.
Namun jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes dll. Jika Anda sedang hamil, Anda mungkin disarankan untuk tidak terbang setelah usia kehamilan 24 minggu untuk mengurangi risiko.
Nah inilah yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan perjalanan dengan penerbangan lebih dari 8 jam. Semoga ini bisa membantu, Bu!
Wajib Tahu, Ini Tips Aman Untuk Ibu Hamil Saat Naik Pesawat
Konsultasi dan pertanyaan segera dijawab oleh ahlinya tanpa dipungut biaya. Jadi pastikan kamu punya akun untuk mulai bertanya ya. Ibu hamil 20 minggu (5 bulan) sebaiknya tidak terbang. Jika terjadi kelahiran tak terduga di dalam pesawat, terdapat risiko seperti ibu mengalami pendarahan dan kekurangan oksigen di dalam pesawat.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap enteng anjuran ini, sehingga masih banyak terjadi kejadian melahirkan di pesawat. Misalnya saja Harmani, seorang penumpang maskapai penerbangan bernama Merpati Nusandara, yang melahirkan di dalam pesawat pada Minggu, 6 Januari 2013.
Wanita tersebut melahirkan pada pukul 19.00 dengan bantuan awak pesawat yang bertugas selama kurang lebih 1 jam 45 menit penerbangan dari Timika menuju Makassar. Itu berarti 2 pramugari, 2 teknisi, dan seorang calon perawat
Meski wanita yang hamil lebih dari 5 bulan disarankan untuk tidak terbang, banyak pasien yang sengaja memperpendek masa kehamilan berdasarkan surat keterangan dokter. Faktanya, pelarangan itu dilakukan karena takut terjadi sesuatu. Intinya, melahirkan di pesawat menimbulkan banyak risiko bagi ibu dan bayi yang baru lahir.
Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan FKUI dr. Chikit Burbadi, SpOG, K.Onk saat dihubungi, Senin. (1/7/2013).
Dokter Sigit menjelaskan beberapa bahaya melahirkan di pesawat. Misalnya saja robeknya jalan lahir ibu yang bisa menyebabkan pendarahan. Sebaliknya, bayi mungkin mengalami kekurangan oksigen.
“Untuk bayi, tergantung usia dan berat badan bayi. Tidak masalah jika bayi lahir di atas 1.500 gram atau di atas 2.000 gram,” kata dr Sikit.
Namun, dalam keadaan tertentu, bayi baru lahir mungkin mengalami gangguan pernapasan. “Anak bisa kekurangan oksigen karena banyak faktor, seperti dahak atau kotoran yang masuk ke mulutnya sehingga membuatnya sulit bernapas,” ujarnya.
Tips Mudik Saat Hamil Supaya Aman Dan Nyaman Di Perjalanan
Selain itu, proses pemotongan tali pusat juga berbahaya, kecuali Anda ahlinya, jelas dr Sigit. Jika tidak ada darah di tali pusat dan langsung berkontraksi, hal ini tidak menjadi masalah. Namun jika terjadi pendarahan, sebaiknya tali pusar segera diikat karena dapat menyebabkan pendarahan.
Bukan hanya ibu hamil saja yang dilarang naik pesawat, namun bagi mereka yang masih dalam usia muda disarankan untuk tidak naik pesawat.
Dr. Sigit mengatakan, dari segi medis, tidak ada kendala bagi ibu hamil muda untuk naik pesawat. Melarang adalah keengganan untuk menyalahkan.
“Daripada menyalahkan dokter, sebaiknya ibu hamil muda tidak berhubungan seks dan tidak naik pesawat agar tidak disalahkan. Tapi dari sisi medis, belum ada penelitian yang menjelaskan secara gamblang,” ujarnya. (MEL/IGW)
Trik Cerdas Bepergian Dengan Bayi Naik Pesawat Terbang
* Benar atau salah? Hubungi WhatsApp di 0811 9787 670 dan masukkan kata kunci yang diperlukan untuk memverifikasi keaslian informasi yang diambil.
Persebaya Full Team Hadapi Lari Nusantara FC Siap Mainkan Slayman, Hernando Ari dan Song Ui-young Besok Jumat Motherhood menjadi momen yang paling dinantikan hampir seluruh wanita. Namun terkadang saat hamil, banyak ibu hamil yang lebih memilih bepergian ke suatu tempat menggunakan transportasi darat atau transportasi udara seperti pesawat terbang.
Banyak ibu yang masih khawatir dengan penerbangan. Faktanya, Anda tetap diperbolehkan naik pesawat saat sedang hamil. Namun, setiap maskapai penerbangan harus memenuhi ketentuannya masing-masing, seperti Singapore Airlines yang mengizinkan ibu hamil untuk terbang.
Anda sering mendengar bahwa ibu hamil tidak boleh terbang selama hamil. Karena dapat menyebabkan aborsi. Tak hanya itu, aturan tersebut juga berlaku bagi ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ketiga.
Amankah Naik Pesawat Terbang Saat Hamil?
Saat itu, ibu hamil mempunyai risiko tinggi terjadinya kehamilan dan kelahiran prematur. Itu sebabnya maskapai penerbangan menerapkan aturan yang melarang ibu hamil terbang setelah 28 minggu. Untuk itu, cobalah ikuti tips berikut ini agar perjalanan Anda selama hamil semakin nyaman.
Banyak ibu hamil yang memilih untuk tidak melakukan perjalanan jauh, terutama melalui udara, saat usia kehamilannya sudah memasuki 12 minggu pertama. Sebab pada masa ini ibu hamil mengalami pusing, muntah-muntah, dan cepat lelah. Selain itu, ada risiko lain yang perlu diwaspadai yaitu keguguran pada 3 bulan pertama.
Bepergian di akhir kehamilan bisa sangat melelahkan dan tidak nyaman bagi ibu hamil. Salah satu faktornya adalah ibu hamil membutuhkan oksigen lebih banyak dibandingkan orang normal.
Karena Anda mungkin menghadapi berbagai komplikasi selama kehamilan, Anda perlu memilih jadwal perjalanan yang tepat. Selain itu, sebaiknya pilih perjalanan pagi hari agar bisa istirahat panjang tanpa merasa lelah.
Apakah Aman Naik Pesawat Saat Hamil Muda?
Sebelum melakukan perjalanan udara, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Selain itu, mintalah surat keterangan kelaikudaraan.
Jangan lupa membawa dokumen kesehatan lain yang diperlukan untuk memudahkan perjalanan. Misalnya surat hasil tes atau rekam medis. Masukkan ke dalam tas jinjing sehingga Anda tidak perlu mengobrak-abrik koper saat Anda membutuhkannya. 4. Membawa makanan dan minuman secukupnya selama penerbangan
Saat hamil, Anda pasti akan lebih sering merasakan lapar dan haus. Jadi, saat berkemas untuk perjalanan, bawalah makanan dan minuman secukupnya untuk memenuhi kebutuhan selama penerbangan.
Meski pramugari menawarkan menu makanan dan minuman dalam penerbangan, namun belum tentu menu tersebut dapat diterima oleh ibu hamil. Itu sebabnya Anda perlu menyiapkan makanan dan minuman, serta vitamin yang memang Anda perlukan.
Kiat Bawa Bayi Naik Pesawat, Beri Asi Dan Pastikan Popok Bersih
Tips lain untuk ibu hamil yang terbang adalah pemilihan tempat duduk. Memilih kursi yang nyaman tentu akan memberikan Anda kebebasan bergerak ketika harus mengubah posisi duduk dalam jangka waktu lama.
Pilih tempat duduk yang paling depan atau belakang, dekat lorong, di samping toilet agar lebih mudah menggunakan toilet di pesawat tanpa melewati penumpang lain.
Jika Anda ingin bepergian melalui udara, datang lebih awal adalah hal yang harus Anda lakukan. Terutama mereka yang sedang hamil dan membutuhkan izin lebih untuk terbang. Mulai dari pengecekan dan penyerahan surat verifikasi hingga melalui metal detector.
Anda juga sebaiknya menjalani pemeriksaan kembali oleh dokter spesialis di bandara untuk memastikan bahwa kehamilan Anda memang sehat dan Anda dapat menaiki pesawat dengan selamat.
Risiko Ibu Hamil Melahirkan Di Pesawat
Saat berencana bepergian dalam negeri atau luar negeri saat hamil, ada baiknya Anda mencari informasi mengenai rumah sakit atau klinik di kota atau negara yang Anda kunjungi.
Simpan juga nomornya
Ibu hamil boleh naik pesawat, apakah hamil muda boleh naik pesawat, hamil boleh naik pesawat, ibu hamil tidak boleh naik pesawat, kenapa ibu hamil tidak boleh naik pesawat, hamil muda boleh naik pesawat, apakah ibu hamil boleh naik pesawat, ibu hamil boleh naik pesawat terbang, kapan ibu hamil boleh naik pesawat, apakah ibu hamil boleh naik pesawat terbang, hamil muda apa boleh naik pesawat, apakah ibu hamil muda boleh naik pesawat