Tentang Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tentang Menyambut Bulan Suci Ramadhan – SAMARINDA, BERITA, – Dekan Fakultas Syariah Samarinda Dr. Bambang Iswanto, S.Ag., M.H.I., tampil pada episode 4 program dialog interaktif “Lentera Ilmu” bekerja sama dengan TV Islamic Center Kalimantan Timur pada Rabu (23/03).

Sebagai seorang yang mengetahui dunia pendidikan dan agama, Dr. Bambang memberikan kuliah langsung bertema “Persiapan Menyambut Ramadhan” siang itu.

Tentang Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Dalam hal ini Dr. Mengingat kini kita telah memasuki penghujung bulan Syaban, Bambang mengingatkan masyarakat untuk berdoa agar panjang umur bisa bertemu bulan Ramadhan.

Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H

“Para ulama berdoa kepada Allah SWT beberapa bulan sebelum Ramadhan. menyambut bulan Ramadhan. “Betapa tingginya ekspektasi mereka, namun fenomena yang kita lihat saat ini, banyak masyarakat yang tidak menyadarinya bahkan menganggap bulan Ramadhan sebagai semacam beban,” ujarnya.

“Oh, sudah hampir Ramadhan, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Oh, akan dibatasi dan akan banyak lagi keluhan yang tidak boleh dilontarkan oleh seorang Muslim,” lanjutnya.

Lebih lanjut Dr Bambang menjelaskan, umat Islam hendaknya bergembira menyambut bulan suci Ramadhan karena bulan Ramadhan memiliki kemuliaan dan keistimewaan.

“Meneladani para ulama dan Rasulullah, mereka menyambut bulan suci Ramadhan dengan gembira karena mengetahui hikmah bulan Ramadhan serta apa saja keistimewaan dan manfaatnya,” jelasnya.

Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Dharma Wanita Iain Snj Menggelar Baksos Pembagian Sembako

“Persiapannya apa saja untuk menuju ke sana? Agar nantinya kita bisa siap secara fisik dan mental untuk mendapatkan hasil yang maksimal.”

Dr menjelaskan. Bambang umat Islam hendaknya memahami bahwa bulan Ramadhan mempunyai segudang keagungan dan harus dimaknai dengan penuh kegembiraan. Salah satu kemuliaan yang dibicarakan adalah penebusan.

“Dari Abu Huraira, Ra Rasullullah bersabda: Barang siapa yang melewatkan bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya berharap pahala, maka akan diampuni segala dosa masa lalunya.”

“Selanjutnya kemuliaan bulan Ramadhan yang lain adalah terbukanya pintu surga dan terikatnya setan. Bulan suci Ramadhan mempunyai banyak keutamaan dan keberkahan lainnya. “Untuk itu kita patut bersukacita dengan datangnya bulan suci Ramadhan,” jelasnya.

Marhaban Ya Ramadhan

Kegembiraan ini terlihat dari berbagai hal, salah satunya banyak disebutkan dan dibicarakan, disiarkan menjelang awal bulan Ramadhan, imbuhnya.

Selain itu, Dr. Bambang menyebutkan beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, antara lain persiapan rohani, persiapan keilmuan, persiapan jasmani, persiapan materi, dan persiapan memperbanyak ibadah.

Persiapan mental atau spiritual adalah penyucian hati dengan menjalin silaturahmi dan dianjurkan untuk saling memaafkan. Penyiapan ilmu dengan memahami ilmu dan fiqih puasa serta mengetahui amalan dan hukum apa saja yang berlaku dalam puasa.

Persiapan ketiga adalah persiapan fisik. Hal ini penting karena bulan suci Ramadhan membutuhkan kebugaran jasmani yang prima. Persiapkan materi Anda dengan memperbanyak infaq dan shadaqah di bulan Ramadhan hingga Anda telah menunaikan kewajiban zakat Anda.

Sambut Ramadhan 1445h, Mahasiswa Utu Ikuti Pawai Tarhib

Persiapan peningkatan ibadah dilakukan dengan merencanakan dan membidik capaian-capaian tertentu dalam ibadah, misalnya bertujuan meningkatkan hafalan Al-Qur’an hingga khat. Selain itu, Ramadhan juga harus memberikan perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat, baik di dunia maupun di masa depan.

“Setelah memahami keberkahan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan, kita juga harus memahami tips bagaimana mempersiapkan diri menyambutnya agar kita bisa bersaing dan berusaha sebaik mungkin untuk meraih pahala dari Allah SWT,” ujarnya. tutup – Bulan suci Ramadhan tak terasa lagi saya menghitung hari yang menanti kita di tengah kisruh pandemi COVID-19, oke SohIB. Menghadapi situasi kewaspadaan ini, Ramadhan datang tanpa penundaan. Dengan rahmat, teman

Jangan lupakan SohIB, Ramadhan hadir membawa keberkahan bagi setiap jamaah. Dalam keadaan darurat pandemi di negeri ini, kita harus menyambutnya dengan gembira dan terbuka.

Kita harus menantikan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang kedatangannya sangat tertunda dan keberangkatannya sangat disesalkan.

Stmik Amika Soppeng

Tanpa lengah, mari sambut Ramadhan tanpa panik dan tingkatkan kesabaran. Panik hanya akan melemahkan imunitas tubuhmu, SohIB.

Rasulullah SAW bersabda, “Ini (Ramadhan) adalah bulan kesabaran, dan pahala dari kesabaran yang sejati adalah surga.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Selain itu, saat menyambutnya, anggaplah Ramadhan sebagai ladang ibadah. Mulai dari puasa, sedekah, dzikir, dan mengaji. Apalagi di masa pandemi, betapa indahnya ketika kita bisa berbagi dan membantu sesama yang menderita.

Mengganti ziarah kubur dengan shalat di rumah juga menjadi persiapan yang harus Anda lakukan untuk menghadapi bulan kesabaran ini. Wabah corona tidak menyurutkan semangatmu untuk terus mendoakan orang-orang tersayang yang sudah pergi. Meski tidak bisa ke kubur, Anda tetap bisa mendoakannya kapan saja dari rumah.

Menyambut Bulan Suci, Tradisi Tadarus Rutin Meriahkan Ramadhan Di Lanud Rsa Natuna

Terakhir, menjaga silaturahmi dan saling memaafkan adalah pilihan tepat untuk mengawali Ramadhan dengan jiwa yang bersih. Mulailah berkomunikasi dengan orang tua, teman, pacar, atau seseorang yang pernah bertengkar dengan Anda. Minta maaf dan perbaiki kesalahannya.

Silaturahmi itu penting agar kita memasuki bulan puasa dengan jiwa yang suci, penuh kedamaian, dengan ikhlas dan mengharap ridha Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *